Museum Wayang, Wisata Sejarah di Kota DKI Jakarta

Dipublish tanggal oleh Riani. Artikel ini telah dilihat sebanyak 13 kali

museum wayang

Museum Wayang, wisata sejarah di Kota DKI Jakarta - Berbicara soal wisata, Nusantara adalah pemenangnya. Karena pasalnya, berbagai destinasi mulai dari wisata sejarah, wisata kuliner, wisata edukasi, wisata bahari, wisata alam dan masih banyak lagi lainnya semua ada di Indonesia. Paket lengkap deh pokoknya hehe..

Pada tayangan artikel kali ini, yuk simak ulasan menarik tentang wisata sejarah yang akan mimin sajikan. Museum Wayang namanya. Museum wayang ini merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di ibu kota Jakarta. Museum ini sangat terkenal dengan dengan sebutan wisata sejarah, hal ini karena didalam museum ini kita akan dapat mempelajari budaya budaya berupa wayang yang menjadi ciri khas dari masing-maisng daerah di Nusantara maupun dari luar negara. Seperti namanya ya sobat, museum ini dinamakan museum wayang karena disekeliling ruangan anda akan disuguhkan berbagai macam wayang.


Sejarah terbangunnya museum wayang

Museum Wayang Jakarta yang pada awalnya merupakan sebuah gereja tua yang didirikan Oleh penjajah VOC sekitar tahun 1640 yang diberi nama de oude hollandsche kerk, bangunan tersebut berfungsi sebagai tempat peribadatan bagi penduduk sekitar gereja serta bagi tentara belanda hingga tahun 1732.

Pada tahun 1936 bangunan gereja tersebut dirubah menjadi monumen dan kemudian bangunan tersebut dibeli lagi oleh Bataviaasch genootschap van kunsten en wetenschappen yang merupakan sebuah lembaga independent yang berdiri untuk tujuan memajukan penelitian tentang bidang seni serta ilmu pengetahuan khusus tentang biologi,fisika, kesustraan,arkeologi, sejarah serta etnologi.

Pada saat terjadinya pengalihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang, Gedung ini sangat tidak terawat sama sekali dan pada tahun 1959, museum tersebut diserahkan kepada Lembaga kebudayaan Indonesia, dan sejak saat itu nama museum tersebut dirubah menjadi Museum Wayang Jakarta.( bila anda ingin mengenal lebih jelas dengan tempat menyimpan barang-barang sejarah tempoe doeloe ini maka anda bisa langsung datang ke Museum Wayang tersebut).


Koleksi didalam Museum Wayang

Koleksi karya wayang di Museum Wayang cukup banyak. Dari catatan Suara Karya hingga April 2001 terdapat sebanyak 5.147 koleksi. Jumlah ini, konon, terus bertambah hingga Juni 2006 tercatat sekitar 5.500 koleksi. Wayang-wayang ini berasal dari berbagai tempat di Tanah Air. Bahkan, di antaranya berasal dari mancanegara yang koleksinya cukup lengkap, unik dan memiliki nilai seni tinggi (artistik).

Koleksi Museum Wayang diperoleh dengan beraneka ragam. Ada yang merupakan titipan, hibah, sumbangan, hadiah hingga sengaja dibeli dari kolektor. Di antara koleksi yang termasuk langka adalah Wayang Katakalis dari Kerala, India Selatan. Wayang ini terbuat dari bahan gips. Kemudian ada pula Wayang Golek Sunda gaya Bogor dengan tokoh Yudistira, Nakula dan Sadewa, di samping tokoh Arjuna, Bima, Kresna. Satu lagi koleksi cukup unik adalah Wayang Kulit Gunungan Purwa dari Solo.
wayang Koleksi lainnya berupa seperangkat gamelan Sunda. Kemudian berbagai jenis wayang kulit asal Kedu, Tejokusuman, Ngaben, Surakarta, Banyumas, dan Cirebon. Selain itu masih ada koleksi Bedod, Sadd Madya, Krucil, Catur, Sasak, Kaper, Wahyu, Kijang Kencana, Ukur, Suluh, Wayang Beber, Wayang Suket, Wayang Klithik, Wayang Beber, dam Wayang Revolusi.

Sejumlah koleksi Wayang Golek, antara lain Catur dan Cepak, di samping wayang golek asal Cirebon, Kebumen, Pekalongan, Bandung, Pakuan, dan Bogor. Ada lagi Wayang Golek Gundala-gundal dan Si Gale-Gale dari Tapanuli, Sumatera Utara. Wayang-wayang ini dibuat dari bahan kayu dan kain (1964). Ada juga koleksi Wayang Kaca, Wayang Seng, Wayang Suket, dan beberapa boneka luar negeri seperti Boneka Punch dan Boneka Judy dari Inggris, serta lukisan-lukisan wayang lainnya.

Salah satu koleksi yang cukup langka adalah Wayang Intan dari Yogyakarta. Wayang-wayang yang ditaburi intan imitasi ini tergolong koleksi tertua, diperkirakan dibuat sekitar abad 17 atau 18.

Konon, wayang ini merupakan pesanan dari seorang Tionghoa. Saudagar kaya ini ingin menghibur karyawan pabrik miliknya di Muntilan, Jawa Tengah dengan pergelaran wayang kulit. Agar menarik, wayang itu ditaburi intan sehingga berkilauan ketika dimainkan. Saat pergelaran wayang intan, konon, sengaja dibentangkan karpet merah agar bisa terlihat kalau intannya jatuh.

Selain aneka koleksi wayang, pengunjung Museum Wayang bisa memperoleh informasi tentang tokoh-tokoh dalam cerita wayang dan karakter masing-masing dari para pemandu ahli. Sebagai contoh, untuk mengetahui tokoh Gatut Kaca, Hanoman, Arjuna, Bima, Kresna dan sepak terjang mereka, pengunjung bisa bertanya kepada pemandu yang siap menjelaskannya. Tak ketinggalan pula aneka boneka tokoh-tokoh cerita serial kartun anak-anak di TVRI, seperti Si Unyil, Pak Raden, Pak Ogah, Melani, dan tokoh favorit lainnya yang sangat terkenal tahun 1980-an.


Harga tiket masuk

Untuk dapat memasuki Kawasan museum wayang ini, kita tidak akan dipungut dengan biaya yang besar, hanya cukup membayar sekitar harga antara Rp2000-Rp5000 sesuai golongan kita sudah bisa mausk kedalamnya. Menikmati beragam koleksi wayang dan beberapa koleksi museum wayang lainnya yang ada didalam.


Rute dan lokasi museum wayang

Museum Wayang ini tepatnya terletak di Jalan Pintu Besar Utara No.27 Pinangsia, RT.3/RW.6, Kota Tua, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110, Kota Jakarta Barat, Dki Jakarta.

Bagi yang berasal dari Jakarta bisa menggunakan Busway dengan jurusan utama kota, dan jika menggunakan mobil pribadi bisa langsung menuju alamat diatas. Sangat mudah untuk menemukan alamat ini karena letaknya yang strategis dikota.

Salam traveling!

Sumber :
https://erawisata.com/museum-wayang-jakarta/
https://wisatadanbudaya.blogspot.com/2009/10/museum-wayang-jakarta.html

 

Tag: #DKI Jakarta# Museum# WisataSejarah