Berkunjung ke Arc de Triomphe di Kediri

Dipublish tanggal oleh Riani. Artikel ini telah dilihat sebanyak 11 kali

SLG Kediri
Hallo sobat wesata diseluruh penjuru nusantara khususnya Kota Kediri. Gimana nih kabar traveler kalian sampai saat ini? Masih lanjutkah, lagi break atau mungkin masih bingung meski berkunjung kemana lagi untuk kunjungan traveler?. Eits tenang ya gaes ya.. sini mimin kasih tahu tempat Liburan yang cocok banget nih dikunjungi saat berada di Kota Kediri, Jawa Timur. Yups, Simpang Lima Gumul.

Simpang Lima Gumul adalah sebuah tugu / monumen yang menjadi icon di Kota Kediri. Monumen ini sering juga disebut sebagai Arc de Triomphe-Nya Kediri, yang berarti sebuah tugu/monumen kemenangan.

Jika dilihat dari bentuknya, memang benar monumen Simpang Lima Gumul ini memiliki bentuk yang melambangankan kemenangan yakni terdapat bentuk lengkung disalah satu bagiannya. Relevan dengan namanya, monumen ini berada di persimpangan lima jalan antara Kediri, Pare, Pagu, Wates / Pesantren dan Gurah. Tempat ini sangatlah ramai dikunjungi disetiap harinya. Maka bisa banget nih kita menghabiskan waktu disini meski hanya sekedar berkunjung atau jalan jalan saja.

Anda yang juga suka dengan wahana permainan, dilokasi Simpang Lima Gumul ini juga terdapat sebuah Gumul Paradise Island yang dapat kita gunakan untuk berbagai kegiatan seru seperti bodyslide, kolam jamur, speedslide, funbommerang dan juga flyingfox. Cukup dengan membayar Rp 30.000 pada hari weekend atau Rp 15.000 pada hari biasa.


Sejarah Simpang Lima Gumul

Monumen Simpang Lima Gumul merupakan ikon Kabupaten Kediri. Bentuknya menyerupai Arc de Triomphe yang ditemukan di Paris, Prancis. Jika Arc de Triomphe memperingati para pejuang yang gugur saat Revolusi Perancis dan Perang Napoleon, maka Monumen Simpang Lima Gumul terinspirasi dari Raja Jongko Joyoboyo. Dia adalah seorang raja yang memerintah pada abad ke-12 dan bercita-cita untuk menyatukan lima kabupaten Kediri. Pembangunan Monumen Simpang Lima Gumul dimulai pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008. Bapak Sutrisno yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kediri memulai pembangunan tugu ini di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Ngasem, Kediri. Pembangunannya diperkirakan mencapai Rp 300 miliar.
SLG Kediri


Arsitek dan Relief Simpang Lima Gumul

Luas dari Simpang Lima Gumul ini kurang lebih adalah sekitar 37 hektar, dengan bangunan seluas 804 meter persegi dan tinggi hingga 25 meter. Didalam Simpang Lima Gumul ini, terdapat 6 lantai yang tersusun. Menariknya angka daripada luas dan tinngi munumen tersebut yakni melambangkan tanggal, Bulan, dan tahun hari jadinya Kabupaten kediri yaitu pada 25 Maret 804 Masehi.

Terdapat beberapa relief di setiap bagian sisinya yang mana menggambarkan sejarah dari Kabupaten Kediri. Setiah relief tersebut memiliki nilai seni yang dan budaya yang kental oleh masyarakat Jawa Timur. juga dibeberapa sisi lain dapat juga Anda lihat terdapat sebuah patung hindu Patung Ganesha.

Saat Anda masuk ke dalam ruang Monumen Simpang Lima Gumul, Wisata Sejarah dari Kediri ini, Anda akan menemui ruang-ruang pertemuan di gedung utama dan ruang auditorium dengan atap kubah. Di sisi bagian atas bangunan, Anda bisa menemukan diorama dan minimarket yang menjual souvenir khas monumen ini. Sementara ruang serba guna terletak di bagian bawah tanah. Di bagian bawah tanah ini juga, Anda akan menemui 3 akses yang berbentuk lorong yang menghubungkan tempat parkir ke basement monumen. Akses lorong ini begitu indah sehingga sayang sekali Anda tidak memotretnya sebagai kenang-kenangan.


Rute dan lokasi


Akses paling mudah ke Monumen Simpang Lima Gumul adalah melalui kota Kediri. Anda hanya membutuhkan waktu 10 menit dengan kendaraan bermotor. Jika Anda ingin naik kereta api, jarak dari stasiun Kediri ke Simpang Lima Gumul adalah 9,1 kilometer. Jadi Anda membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk tiba di lokasi. Bagi Anda yang berasal dari kota lain, Anda bisa naik pesawat ke Bandara Juanda Surabaya. Setelah itu, Anda bisa naik kendaraan melewati Pare dan Kediri untuk tiba di kawasan monumen. Waktu perjalanan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya adalah sekitar 2,5 jam. Maskapai menuju Bandara Juanda sendiri ada banyak seperti : Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Citilink dan lainnya. Jadi saat Anda berada maupun berkeliling Surabaya, boleh mampir ke Simpang Lima Gumul, Wisata Sejarah dari Kediri.

Tiket masuk Simpang Lima Gumul adalah gratis. Anda cukup membayar parkir motor senilai Rp 2.000 dan mobil seharga Rp 5.000. Sungguh wisata yang murah bagi penduduk lokal dan juga wisatawan lokal serta mancanegara.

Sumber : https://blog.airpaz.com/id/simpang-lima-gumul-wisata-sejarah-dari-kediri/

Tag: #SLG#Kediri