Benteng Tuanku Tambusai, Dalu-Dalu Kabupaten Rokan Hulu

Dipublish tanggal oleh Riani. Artikel ini telah dilihat sebanyak 24 kali

benteng tujuh lapis
Benteng Tuanku Tambusai, Dalu-Dalu Kabupaten Rokan Hulu - Berbicara soal destinasi wisata memang tidak ada habisnya untuk dikupas. Karena pasalnya, hampir diseluruh titik penjuru di Indonesia tidak luput dari adanya tempat yang dapat dijadikan sebagai objek wisata. Salah satu nya yakni Benteng Tujuh Lapis yang merupakan salah satu obyek wisata yang penuh dengan sejarah di Indonesia bagian barat.

Benteng Tujuh Lapis merupakan benteng yang terletak di Desa Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Benteng Tujuh Lapis dibangun pada tahun 1835 oleh Tuanku Tambusai dan berfungsi sebagai pangkalan pertahanan melawan perlawanan kolonial Belanda. Awalnya benteng ini disebut Kubu Aur Duri, karena parit dan tanggul benteng diperkuat dengan aur runcing (sejenis bambu berduri). Kubu didefinisikan sebagai tempat pertahanan yang diperkuat dengan pagar pertahanan. Berdasarkan informasi yang ada , Benteng Tujuh Lapis Dalu-dalu saat ini merupakan salah satu Benteng dengan status objek yang terdaftar lolos verifikasi untuk situs cagar budaya, dan sedang dilanjutkan dalam tahap kajian dan penilaian oleh tim ahli.

Sejarah

Benteng ini dibuat oleh masyarakat Dalu atas perintah Tuanku Tambusai, dan ditinggal oleh beliau pada tanggal 28 Desember 1839. Sejarah pembangunan hingga pertempuran di Benteng Tujuh Lapis ini terkait dengan Tuanku Tambusai, salah satu tokoh Perang Paderi bersama dengan Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Rao, Haji Miskin, Haji Piobang, serta Haji Sumanik. Selain itu, bersamaan pula dibangun beberapa benteng lainnya seperti Kubu Baling-baling, Kubu Gedung dan Kubu Talikemain. Semua kubu ini dipersiapkan sebagai kubu pembantu dalam persiapan melawan penjajah. Masing-masing kubu saling mendukung satu sama lainnya. Khusus Benteng Tujuh Lapis Dalu-dalu, telah berkali-kali diserang oleh pihak Belanda, namun selalu gagal untuk ditaklukkan.

Arsitektur Benteng Tujuh Lapis
benteng tujuh lapis

Area benteng berbentuk persegi panjang. Di dalam benteng merupakan tempat tinggal para pejuang untuk melawan penjajah. Gerbang benteng dibangun dalam tiga lapis yang terbuat dari papan tebal, dan papan tersebut memiliki jendela ceruk sebagai tempat untuk menembak sasaran. Benteng tujuh lapis Dalu-dalu memiliki luas pertahanan 105.000 meter kubik dengan panjang 350 meter dan lebar 300 meter.

Area benteng berbentuk persegi panjang. Di dalam benteng merupakan tempat tinggal para pejuang untuk melawan penjajah. Gerbang benteng dibangun dalam tiga lapis yang terbuat dari papan tebal, dan papan tersebut memiliki jendela ceruk sebagai tempat untuk menembak sasaran. Benteng tujuh lapis Dalu-dalu memiliki luas pertahanan 105.000 meter kubik dengan panjang 350 meter dan lebar 300 meter.

Secara fisik benteng ini terdiri dari tujuh lapis gundukan dengan ketinggian 3 sampai 5 meter. Ada juga benteng yang penuh arus air dengan kedalaman parit sekitar 8-10 meter. Setiap benteng atau gundukan tanah memiliki parit yang lebarnya bervariasi dari 5 hingga 20 meter. Parit dimaksudkan untuk memblokir pergerakan musuh yang menyerang. Ada juga jalan pintas antar parit atau kubu untuk memudahkan pergerakan pejuang saat bertahan.

Dan secara geografis, benteng ini terletak diantara aliran sungai dan lereng bukit. Disekeliling benteng ditanami bambu berduri dan sebagiannya juga dibangun gardu-gardu penjaga yang berguna untuk menghalau benteng dari pengintaian luar. Bagian belakang benteng berhadapan dengan Sungai Batang Sosah yang sekaligus menjadi jalur alternatif penyelamatan diri bila terdesak.

Didalam Benteng Tujuh Lapis juga terdapat 14 meriam, 300 bedil (senapan api),500 pound peluru dan persedian beras yang banyak. Berdasarkan dari catatan laporan, Benteng Tujuh Lapis disebut sebagai benteng yang kuat, sebagaimana dalam kutipan berikut

Benteng yang ada di Dalu-dalu adalah benteng yang paling baik dan paling teratur kepunyaan orang Indonesia yang pernah dijumpai pada zaman itu
— Kolonel Michiels, H. Moh. Said berdasarkan penulis E.B. Kielstra, diambil dalam catatan laporan Kolonel Michiels

Lokasi

Destinasi wisata Benteng Tujuh Lapis ini tepatnya yakni berada di Desa Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Lokasi ini berjarak sekitar kurang lebih 252 km dari pusat Kota Pekanbaru. Akses menuju lokasi ini juga dibilang sudah cukup mudah dijangkau. Karena jalan jalan sudah beraspal yang dapat dijangkau baik dengan bus, mobil, motor, ataupun sepeda. Pengunjung juga akan dikenakan biaya masuk destinasi sebesar Rp. 30.000. Cukup terjangkau yah sobat wesata. Tunggu apalagi, yuk agendakan kunjungan ke Benteng Tujuh Lapis.

Salam Traveling!

Sumber : Benteng_Tujuh_Lapis

Tag: #Benteng# wisata sejarah